12 January 2019

Dalam engineering tentunya ada beberapa kali proses sehingga design bisa samapi siap digunakan. Proses tersebut berkaitan dengan disiplin lain yang tentunya membuat design yang kadang clash dengan design yang kita buat. Dan juga proses dimana engineer dan pimpinan perlu melihat gambar design yang dibuat apakah itu sudah siap untuk dikirim kepada client dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Biasanya drafter akan mencetak gambar yang dia buat kedalam media kertas, kemudian engineer akan mereview dan kemudian  memberikan markup. Setelah itu berbekal markup tersebut, drafter akan memperbaiki gambar yang dia buat. Berapa kali markup tergantung ketelitian masing - masing pihak apakah itu drafter maupun engineer. Belum lagi kalau yang melakukan review lebih dari 1 orang, misalnya engineer, lead engineer kemudian pimpinan perusahaan. Tentu akan berkali - kali print out berbentuk kertas dan review. Mungkin bagi sebagian perusahaan itu merupakan pemborosan dan tidak go green.

Dengan Revit dan Autodesk Design Review kita bisa melakukan secara paperless (tanpa kertas). Review dan markup dilakukan secara digital. Memang banyak yang sudah melakukan dengan file PDF, tapi itu cukup menyulitkan karena perlu membuka 2 windows di komputer yaitu untuk Revit dan PDF. Di Revit kita bisa menggunakan DWF/DWFx sebagai media review. Berbeda dengan file PDF, file DWF yang sudah di remark dengan Autodesk Design Review bisa kita insert secara otomatis ke sheet file Revit kita. Bayangkan jika file Revit kita mempunyai 100 sheet dan remark ada di halaman - halaman yang acak. Dengan PDF kita akan kesulitan karena harus mencocokan secara manual halaman antara remark di PDF dan halaman di Revit.

Berikut langkah - langkah kita menggunakan Autodesk Design Review dan Revit untuk paperless engineering.

MEMBUAT DWF SHEET REVIT

Petama tentunya kita sudah membuat sheet di Revit. Dalam contoh saya menggunakan sample drawing dari Autodesk.














Kemudian kita export sheet tersebut menjadi file DWF/DWFx di menu File -->Export --> DWF/DWFx
Akan muncul dialog pembuatan DWF dan kita akan membuat sheet set yang nantinya set tersebut bisa kita gunakan lagi.

1. Kita clik untuk membuat set baru
2. Beri nama set tersebut. Misalnya Check_Print


3. Kita pilih Sheet in the Model. Artinya kita hanya memilih sheet saja.



4. Check All untuk memilih semua sheet
5. Kita juga bisa memilih beberap sheet saja. 
6. Next pembuatan DWF/DWFx dilakukan
7. Sebelum ke next (6) kita juga bisa menyimpan set yang kita buat tadi. Dan pada saat nanti kita akan membuat dwf lagi tinggal pilih set tersebut dan show in list (3) kita bisa pilih set Sheet. Tapi baiknya dilakukan sebelum save agar nanti tidak perlu pilih lagi.
8. Kita bisa ubah pengaturan dulu sebelum membuat DWF


9. Clik Print Setup untuk mengatur cara cetakan.
10.Ukuran kertas gunakan ukuran pada sheet
11.Pilih orientasi
12. Lalu save.

Jadi jika kita membuat sheet dengan 2 ukuran kertas yang berbeda, maka kita perlu membuat beberapa set dengan melakukan langkah 7-12 2 kali. Misal set untuk ukuran kertas A1 dan untuk ukuran A3


13. Ada beberapa pilihan, manual, Automatic long (nama file) dan Automatic Short (nama sheet jadi enak kalau mau buat sheet per sheet dengan nama otomatis)
14. Kita combine agar menjadi 1 file saja seluruh sheet dalam set yang mau kita buat DWF.
Kemudian kita clik OK untuk membuat dan menyimpan file DWF/DWFx.

REVIEW DAN MEMBUAT REMARK DI AUTODESK DESIGN REVIEW

Langkah untuk engineer mereview dan membuat remark adalah pertama buka file DWF tadi dengan Autodesk Design Review (ini merupakan software gratis yang bisa di download dari website Autodesk). Kemudian bisa membuat remark dengan tools yang ada.


Berikut contoh markup yang saya buat :


















Setelah semua markup selesai dibuat, jangan lupa untuk save file DWF tersebut.

INSERT DWF MARKUP DI REVIT

Setelah engineer selesai membuat markup, maka drafter akan insert file DWF tersebut ke dalam file Revit. Caranya seperti pada gambar berikut (menu ribbon Insert --> DWF Markup)  :


Kemudian akan muncul dialog windows yang meninformasikan sheet mana saja yang ada remarknya.Sheet DWFx ini hanya muncul di sheet yang ada remarknya.


Kemudian jika kita buka sheet yang ada remarknya akan muncul remark dari engineer seperti gambar berikut :


11 January 2019

Orang yang ditetapkan sebagai project Administrator bisa melakukan hal - hal berikut :

  • Mengatur Folder Project
  • Mengundang orang untuk dimasukkan ke dalam tim
  • Mengatur izin folder didalam tim (misal tim arsitek bisa read-write folder arsitek tapi hanya bisa melihat folder struktur dan/atau tidak bisa melihat folder tim keuangan)
  • Mengelola file
Mengatur Folder Project
Setiap membuat project baru akan ada template folder teratas yaitu folder Plans dan Project Files. Kita bisa membuat subfolder ke dalam kedua folder ini. Gunakan Folder Plans untuk diisi subfolder yang berkaitan dengan dokumen terakhir yang akan di review ataupun di publish ke client. Intinya file - file kerjaan yang sudah jadi. Sedangkan folder Files diisi dengan sub folder yang berkaitan dengan project dokumen termasuk data desain dan lain sebagainya. 
Design Collaboration modul hanya bisa digunakan di Folder Files, itulah kenapa folder plans digunakan untuk dokumen yang sudah jadi dan folder files digunakan untuk bekerja karena di folder files lah Design Collaboration bisa digunakan.

Cara setup folder manual

  • Kita ke Document Management Modul untuk membuat folder bagi masing - masing team (Architecture, Structure, MEP)
  • Setelah itu ke Design Collaboraton Administrator untuk mendefinisikan folder - folder tersebut sebagai Team.
  • Setelah team jadi maka mengatur folder apa saja yang bisa diakses oleh masing - masing team. Caranya ke Project Admin > Services > Add Team lalu pilih folder yang bisa diakses team

Cara mengundang member Team

  1. Project Admin > Members > Add. Catatan: setelah menambahkan email tekan enter atau tambahkan koma.
  2. Kemudian kita akan mengatur member - member tersebut akan masuk team yang mana dengan cara Project Admin > Services
  3. Pilih Design Collaboration
  4. Pilih Teamnya
  5. Kemudian Click Manage Team Member


Disini kita bisa mengatur role dari member dari masing - masing team. Role tersebut antara lain :


  • View only hanya bisa melihat file - file proyek
  • View + Edit bisa publish dari Revit Cloud Worksharing atau Document Management dan consume package dari disiplin lain
  • View + Edit +Share bisa membuat package untuk consume disiplin lain
  • Custom bisa kita atur sendiri 




07 January 2019

Account Administrator dapat membuat new project dan menetapkan siapa yang akan menjadi Project Administrator. Ketika membuat project pastikan untuk menambahkan informasi untuk digunakan sebagai reporting dan analisis oleh perusahaan. Dan pastikan pula semua member team yang bekerja untuk hanya mendapatkan dan menggunakan data dari sini.

Membuat Project Baru :

  • Di Account Administrator, click menu tab projet dan click add
  • Akan muncul jendela dialog Create Project Profle kemudian isikan project name dan project informastion. Isian bertanda bintang merupakan isian wajib
  • Tetapkan bahasanya. Defaultnya bahasa Inggris

Mengaktifkan Service :
Setelah membuat project profil baru maka langkah selanjutanya adalah mengaktifkan service BIM 360. Untuk BIM 360 Design yang diaktifkan adalah Document Management dan Design Collaboration
Catatan : Tampilan diatas bisa bervariasi tergantung type apa saat kita berlangganan BIM 360 

Menentukan Project Administrator :
Account Administrator dapat menentukan siapa yang akan menjadi Project Administrator dalam sebuah project yang dibuatnya.
Untuk mementukan Project Administrator langkahnya sebagai berikut:
Di portal Account Administrator click menu tab Project
Click list project yang akan diset Project Administratornya
Di halaman Project Member clik menu Service
Di Service yang ingin kita tambahkan Project Administrator kita click Activate. Sebagai contoh di service BIM 360 Document Management click Activate dan tambahkan administrator dan tambahkan service ini kedalam project tersebut
Masukkan nama member atau email kemudian click Save



Ketika kita telah selesai untuk mengaktifkan service, maka akan muncul modul di modul picker seperti ini :


06 January 2019

Melalui portal Account Administrator, kita dapat memanajemen akun BIM 360 termasuk di dalamnya adalah : project, member & companies. Link menuju ke BIM 360 Administrator adalah https://admin.b360.autodesk.com/. BIM 360 mempunyai 2 level administrator untuk keamanan dan kontrol atas proyek. Yaitu Account Administrator dan Project Administrator. Lalu apa beda Account Administrator dan Project Administrator? tabel berikut perbedaannya :

Account Administrator
Project Administrator
Membuat dan Mengaktifkan Project BIM 360
Menambah dan/atau mengurangi member project
Menambah dan/atau mengurangi member project
Set pemissions & visibility kepada member.( Misal engineer struktur hanya bisa bekerja di folder struktur dll)
Menetapkan Project Administrator
Menyetel detail project
Menetapkan Administrator ke 2 (cadangan


Setelah penyelesaian pengajuan langganan BIM 360 di autodesk, Project Administrator akan mendapatkan email untuk memulai BIM 360


Kemudian Clik tombol Activate your account. Kita akan masuk menggunakan Autodesk Account, kalau belum punya kita bisa membuatnya terlebih dahulu.
Setiap member project harus di undang dan mendapatkan welcome email, jadi tidak bisa sebagai administrator kita hanya mengundang 1 member kemudian member tersebut meneruskan kepada member yang lain. Semua member diundang satu per satu.

Langkah selanjutnya sebagai Account Administrator adalah set up akun. Kita dapat upload logo perusahaan, setting bagaimana nama akun akan di muncul, menambah administrator dll
Caranya adalah sebagai berikut : 
  1. Pada akun  Adminstrator klik Setings
  2. Click tab Profile
  3. Click Add Account Image untuk upload foto ataupun logo
  4. Untuk mengganti nama yang akan muncul di lingkungan BIM 360 kita bisa click icon pensil dan ganti sesuai dengan keinginan kita lalu click Save
  5. Melalui akun Account Administrator kita bisa menambahkan Administrator tambahan sebagai cadangan saat kita tidak bisa hadir. Dengan cara click + dan isikan email administrator tambahan tersebut.
  6. Account Administrator tambahan akan menerima wellcome email untuk mengaktifkan akun dan masuk ke portal admin BIM 360





05 January 2019

Seperti yang pernah saya tuliskan dalam beberapa artikel di blog ini, bahwa kekuatan utama BIM adalah data dimana data - data tersebut akan selalu siap digunakan dari berbagai fase dari fase perencanaan, fase konstruksi, perawatan bahkan sampai dengan renovasi dan pembongkaran bangunan. Untuk itu data - data tersebut perlu dirawat agar siap digunakan untuk setiap fase dan tanpa mengalami file corrupt atau beberapa bagian yang hilang. Berikut beberapa langkah untuk maintenance file Revit.

Maintenance Berkala : Semisal dalam fase perencanaan ada beberapa kali pengiriman kepada klien. Misalnya saat fase skematik maka perlu dilakukan beberapa hal sebelum lanjut ke fase detail design yaitu :

  • Audit Central File
  • Backup Central File
  • Membuat Central File untuk fase yang baru (fase berikutnya)
  • Memastikan semua pengguna Central File (drafter/modeler) untuk membuat lokal file yang baru dari central file yang baru (fase berikutnya)
Setiap 2 Minggu : buat backup central file

Setiap 1 Minggu :
  • Audit Central File
  • Lakukan Coordination Review (Menu tab Colaborate --> Coordination Review)
  • Lakukan Interference Check (Menu tab Colaborate --> Interference Check)
  • Review dan Selesaikan Warning yang ada.
  • Hapus view yang tidak terpakai dalama Project Browser
  • Purge elemen yang tidak akan digunakan 
  • Compact Lokal dan Central File
Setiap Hari :
  • Audit Local File pada saat pertama kerja membuka file
  • Compact Local File pada saat menutup file untuk selesai bekerja di hari itu.