18 February 2019

Jika kita sudah setting semua folder dalam BIM 360 lalu bagaimana kita bekerja di Revit agar terkoneksi dengan BIM 360? Berikut adalah langkah - langkahnya :

1. Pastikan kita telah login di Revit dengan autodesk account dan telah diundang(menjadi member team) di BIM 360.


2. Kita klik menu collaborate di ribbon menu collaborate. Kemudian pilih in BIM 360 Document Management
4. Kemudian Save di BIM 360 sesuai dengan disiplin ilmunya.




Link Model
Modeler Struktur bisa link model Arsitektur atau model MEP untuk referensi. Begitu juga sebaliknya. Di BIM 360 ada 2 macam model linking yaitu Direct Linking dan Indirect Linking. Apa bedanya? 

Direct Linking adalah kita link langsung ke model yang dikerjakan oleh disiplin lain. Kelebihannya adalah kita bisa update secara real time. Jadi perubahan yang sedang dikerjakan bisa langsung kita ketahui. Namun ada kekurangannya yaitu kita tidak tahu apakah model tersebut adalah model yang sudah disetujui oleh lead disiplin tersebut. Misal seperti ini : modeler arsitektur membuat model kemudian kita sebagai modeler struktur link model tersebut. Kita membuat model struktur sesuai referensi dari model arsitektur, namun ternyata arsitek tidak menyetujui model yang di buat oleh modeler arsitektur kemudian merubahnya. Kita yang sudah membuat model struktur sesuai referensi juga harus ikut merubahnya. 

Cara direct Linking :
Insert > Manage Links > Project Files > Team Folder > Filename.rvt  

Sedangkan Indirect Linking adalah kita tidak langsung link ke model yang di kerjakan oleh disiplin lain. Ada 2 cara Indirect Linking yaitu membuat share folder atau melalui folder consume yang update saat disiplin tersebut membuat package.Kelebihannya adalah tentunya yang mereka share adalah model yang telah disetujui oleh internal mereka. 

Cara Indirect Linking Shared Folder :
Insert > Manage Links > Project Files > Shared > Filename.rvt  

Cara Indirect Linking 

Insert > Manage Links > Project Files > Team folder > Consumed > Author Team folder > Filename.rvt.




13 February 2019

Setelah seluruh anggota team sebuah perusahaaan terinspirasi dan merasa membutuhkan BIM sewaktu kita bisa Menciptakan BIM vision yang efektif. Seorang pioner BIM harus bisa mengejawantahkan menjadi suatu taktik kreatif yang sesuai dengan tujuan strategis perusahaan. Mempunyai roadmap yang jelas dan berusaha untuk selalu memenuhi target dalam roadmap yang telah dibuat.

Berikut beberapa strategi yang bisa kita terapkan untuk mendorong penggunaan BIM dalam perusahaan :


1. Menjembatani Gap
Tindakan dari pimpinan dan  BIM leader harus melalui pendekatan bottom -up. Karena seperti yang sudah saya tuliskan dalam artikel menciptakan BIM vision yang efektif bahwa ini adalah merubah sistem kerja, jangan sampai ada yang merasa ditinggalkan dalam sistem kerja BIM. Apalagi untuk pekerja terbawah.

2. Komunikasi yang hebat
Skil komunikasi yang meyakinkan para pimpinan untuk selalu berkomitmen dengan BIM. Menyuntikkan energi positif untuk tetap dalam roadmap dan menunjukkan dalam kegiatan real sehari - hari dari teori - teori BIM.

3. Training
Adopsi sistem kerja BIM membutuhkan skil baru dan harus berani berinvestasi melalui training - training yang benar. Misalnya jika memakai produk Autodesk bisa training melaui ATC bukan training di tempat kursus biasa.

4. Kontrak dan Legal
Menggunakan sistem BIM mempengaruhi hubungan antara perusahaan dengan client. Kemampuan kolaborasi merupakan perubahan signifikan daripada proses tradisional. Untuk itu perlu di bicarakan di depan dengan para pemangku kepentingan ( baca : BIM GUIDE : BIM Execution Plan)

5. Kepatuhan, Audit dan Quality Control
Review project oleh BIM leader diperlukan untuk mengevaluasi standar dan keefektifan teknologi BIM. BIM leader dapat menangkap hambatan - hambatan kemudian menggunakan praktek yang terbaik untuk meningkatkan standar.

6. Mengukur BIM Maturity
BIM Leader harus bisa mengetahui kemampuan perusahaan dalam penggunaan BIM. Sehingga mempunyai indikator kapan perusahaan bisa meningkatkan BIM Maturity. Seperti pada artikel sebelumnya  yaitu menciptakan BIM vision yang efektif, sudah tertulis dalam pilot project kita bisa menerapkan BIM yang tidak penuh secara bertahap.

12 February 2019

Agar bisa untuk berkolaborasi maka pekerjaan dari suatu disiplin ilmu harus dibuat package dan di share. Sebelum menggunakan Package untuk berkolaborasi, Administrator bisa membuat aturan siapa saja yang bisa melihat, edit dan share package. Misalnya drafter/modeler hanya bisa mengkonsumsi package dari disiplin lain, yang bisa membuat dan share hanyalah engineer/architect karena enggineer/architect yang bertanggung jawab atas design. Sehingga ketika design sudah dibuat oleh drafter/modeler dan dirasa benar, berulah engineer/architect dapat share agar bisa dikonsumsi oleh disiplin ilmu lain.

Cara set up permissions:

  1. Di Project Administraton click tab Services.
  2. Click Design Collaboraton.
  3. Select a team.
  4. Click Manage Team Members


Untuk membuat dan share package caranya adalah seperti berikut :
  1. Clik pada tanda + di times lane disiplin ilmu kita.
  2. Edit nama package-nya
  3. Pilih set dan/atau model yang akan di share
  4. Clik Save
  5. Clik Share

Konsumsi package bukan berarti kita mengambil package dari disiplin lain dan bertanggung jawaba atasnya. Namun hanya sekedar melihat dan untuk menggunakannnya sebagai link ke dalam pekerjaan kita. Ketika disiplin lain mengupdate pekerjaan tanpa membuat package, maka kitapun tidak dapat menggunakannya. Untuk konsumsi package dari disiplin lain caranya adalah :

  1. Kita ke time lanes dari disiplin lain
  2. Kemudian pilih package yang dishare oleh mereka dengan clik pada bulatan
  3. Kemudian Click Consume

Setelah itu package yang kita consume akan muncul di folder "consumed" di team disiplin kita.


Untuk melihat perubahan yang di share oleh team disiplin lain kita clik pada bulatan package yang di share --> Explore --> Show Changes




06 February 2019

Untuk menggunakan BIM dalam proses kerja, dibutuhkan 2 profesional baru yang disebut sebagai BIM Manager for Project dan BIM Coordinator for Consultant/Contractor. Role dari para profesional ini bisa menggantikan dari anggota dalam tim semisal CAD manager, Jobs Captain bahkan Project Manager. Role dari BIM Manager tidak termasuk membuat keputusan tentang design dan engineering. Tabel dibawah beberapa tugas dan tanggung jawab dari BIM Manager dan BIM Coordinator.



Role
Tugas dan Tanggung Jawab
Project BIM Manager
Role ini adalah kepala konsultan atau bim spesialist yang ditunjuk oleh owner.
Memfalisitasi definisi dan implementasi  dari
  • BIM Execution Plan
  • BIM Goal and Uses
  • Responsibility Matrix
  • BIM Deliverables
  • Delivery Schedules
  • BIM Modelling Quality Control
  • BIM Coordination

BIM Coordinator for
Consultant
Pada Fase Design dan Konstruksi :
  • Memimpin pembuatan BIM Design Models dan dokumen (gambar Teknik)
  • Mendefinisikan spesifik disiplin BIM termasuk analisis
  • Menkoordinasi antar disiplin BIM Modeler
  • Koordinasi dengan Kontraktor
  • Quality Control BIM Model

BIM Coordinator for
Contractor
Pada Fase Konstruksi :
  • Koordinasi dengan konsultan design dan sub kontraktor
  • Mempelajari dokumen tender
  • Me-review model design, model fabrikasi dan gambar teknik
  • Menggunakan BIM untuk koordinasi dan urutan dari konstruksi termasuk cost study.
  • Memimpin pembuatan konstruksi dan as built drawing
  • Quality Control BIM Model



Singapore BIM Guide Version 2

27 January 2019

Di modul Design Collaboration ini, masing - masing disiplin team bisa mengetahui seberapa jauh team lain bekerja dan menggunakan pekerjaan yang mereka share sebagai referensi team lain untuk bekerja. Ini sangat penting dalam kolaborasi antar disiplin. Misalnya dalam meeting mingguan ternyata ada perubahan design disiplin arsitektur karena permintaan client. Team struktur bisa mengetahui apakah perubahaan tersebut sudah selesai dilakukan atau belum. Jika masih setengah jadi pasti belum di share di Design Collaboration jadi team struktur belum bisa mulai melakukan perubahan. Jika tanpa modul ini dan team struktur bisa melihat design perubahan yang setengah jadi kemudian menjadikannya referensi untuk bekerja, maka akan menjadi kacau karena akan terjadi perubahan lagi. Tampilan dari Design Collaboration adalah seperti gambar berikut.


Pekerjaan masing - masing disiplin yang di share berurutan di dalam sebuah garis yang bisa kita sebut sebagai Team Line. Ketika modeler bekerja dengan revit kemudian save dan sycronize tidak serta - merta masuk ke dalam folder team disiplinnya. Mereka harus publish agar file terakhir bisa masuk ke folder tersebut atau file dalam folder tersebut bisa update sesuai pekerjaan terakhir modeler. Kemudian arsitek/engineer bisa review sebelum nanti dibuat menjadi package dan terleihat di Time Line untuk di konsumsi (consume) oleh disiplin lain.
Berikut keterangan mengenai package yang berada dalam modul Design Collaboration ini :

Bulatan kosong di Team Line disiplin lain berarti package sudah di share oleh mereka namun belum kita consume

Bulatan isi di Team Line disiplin lain berarti kita sudah consume package yang mereka buat

Bulatan isi di Team Line disiplin kita berarti kita sudah membuat dan share package


Bulatan kosong di Time Line disiplin kita berarti kita sudah membuat package namun belum di share.


Nomor di bulatan berarti jumlah package yang di buat. Jika setengah kosong setengah isi berarti baru sebagian package yang di consume


Jika bulatan kosong berarti semua package sudah di consume



Jika bulatan isi berarti package belum di consume



Jika kita menemukan tanda plus di bulatan, artinya kita bisa membuat package. Jika tidak ada artinya kita hanya bisa consume package dari disiplin lain